Breastfeeeding,  Children's,  Family,  Health,  Motherhood,  Pregnancy

Langkah Perawatan untuk Bayi Prematur

Dalam rangka World Premature Day, kali ini saya ingin sekali berbagi cerita tentang perawatan Rafa sewaktu kembali dari rumah sakit. Jadi tulisan kali ini, khusus untuk perawatan di rumah dan apa saja yang harus kita lakukan saat menjadi orangtua dari bayi prematur.

Rafandra Farrell Aldizar

Oh ya, Rafa lahir di usia gestasi 35 minggu karena kontraksi dini. Cerita lengkapnya, kapan-kapan saja ya 🙂

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman seputar perawatan Rafa. Semoga bermanfaat 🙂

ASI sebagai nutrisi terbaik

Saya masih ingat sekali saat bertemu dokter spesialis anak yang dulu menangani Rafa sejak lahir. Beliau hanya menyampaikan “Bu, berikan ASI saja ya Bu”. Waktu itu, sebagai ibu baru yang tidak menyiapkan diri melahirkan secara prematur dan Rafa termasuk bayi kecil (berat Rafa hanya 2,1 kg), sempat terbesit untuk memberikan formula khusus untuk bayi prematur. Karena adik saya lahir prematur, Bapak termasuk yang sangat sering memberi masukan untuk memberikan formula khusus bayi prematur. Namun, kami sekeluarga akhirnya sepakat bahwa kami akan mengikuti saran dan arahan dari dokter anak. Jadi, sejak hari ketiga (karena Rafa harus puasa karena kondisi kesehatannya), Rafa diberi hanya diberi ASI. ASI diberikan dengan menggunakan cup feeder. Karena pengalaman merasa berjuta manfaat ASI inilah saya termasuk yang giat sekali mengajak para ibu untuk mempersiapkan masa menyusui dan ayo kita duku kesuksesan Ibu menyusui di mana pun berada.

Jika boleh cerita, Rafa lahir dengan komplikasi gangguan pencernaan dan pemberian ASI sangat bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan komplikasi pencernaan Rafa. Untuk teman-teman yang sedang mencari informasi manfaat ASI bagi bayi prematur, teman-teman bisa membaca di sini. Oh ya, jangan lupa untuk memberikan cairan emas yang dikenal dengan nama Colostrum. Kami sangat percaya akan khasiat colostrum, oleh karena itu tetes demi tetes colostrum yang kami kumpulkan dengan penuh perjuangan dan kami antarkan untuk Rafa yang waktu itu masih ada di NICU.

Gunakan PMK (Perawatan Metode Kangguru) untuk Membantu Anak Prematur Cepat Stabil

Perawatan Metode Kangguru

Perawatan Metode Kangguru merupakan alternatif inkubator dengan memanfaatkan skin to skin contact Ibu dan Anak. Sangat jelas diingatan saya, ketika pertama kali suster mengajarkan saya menggunakan babywrap yang khsus digunakan untuk PMK. Setelah gendongan atau babywrap ini dipasang, perlahan Rafa dipindahkan dari inkubator ke pelukan saya. Perlahan saya merasakan panas tubuh saya pindah ke Rafa dan perlahan saya merasakan laju nafasnya mulai stabil begitu pula denyut jantungnya. Selain yang saya rasakan, manfaat PMK bisa teman-teman ketahui di sini .

Pantau Pertumbuhan Bayi Prematur dengan Grafik FENTON

Berbeda dengan pemantauan bayi normal pada umumnya, berat badan bayi prematur dipantau menggunakan grafik Fenton. Grafik Fenton dapat teman-teman download di sini . Grafik ini digunakan untuk memantau penambahan berat badan, tinggi (panjang ) badan dan lingkat kepala bayi yang lahir kurang dari 37 minggu usia gestasi. Pemakaian grafik ini dilanjutkan hingga usia bayi 50 minggu usia gestasi.

Lakukan Screening ROP untuk Bayi Prematur

Retinopathy of Prematurity adalah cacat mata bawaan yang banyak terjadi pada bayi prematur. Hingga saat ini, penyebab ROP belum bisa dipastikan hanya saja beberapa kondisi bisa menjadi faktor risiko bayi prematur lebih rentan terkena ROP. Faktor tersebut antara lain:

  • Berat badan lahir rendah
  • Kelainan genetik
  • IUGR (Intrauterine Growth Restriction)
  • Hipoksemia
  • Infeksi

Seingat saya, Rafa melakukan beberapa screening mata untuk melihat apakah ada kelainan pada mata termasuk ROP. Dan alhamdulillah, mata Rafa dalam kondisi sehat. Sebagai informasi, ROP sendiri terdiri dari beberapa stadium yang mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat dan ROP ini tidak bisa dilihat dengan kasat mata, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata untuk mendeteksi dan mendiagnosis kesehatan mata anak teman-teman. Oleh karena itu, jika teman-teman saat ini sedang hamil, masukkan “screening mata anak” ke dalam list pemeriksaan pasca kelahiran.

Lakukan Pemeriksaan Pendengaran untuk Bayi Prematur

Pemeriksaan pendengaran OAE (Otto Acoustic Emission) juga termasuk pemeriksaan yang dilakukan ketika Rafa masuk NICU. Pemeriksaan dilakukan oleh THT dengan menempelkan alat pada telinga bayi. Alat ini kemudian bisa mengevaluasi kemampuan pendengeran bayi.

Konsultasikan Pemberian Suplemen Zat Besi untuk Bayi Prematur

Bayi yang lahir secara prematur (kurang dari 37 minggu) memiliki risiko untuk mengalami Anemia Defisiensi Zat besi. Oleh karena itu, konsultasikan pemberian suplementasi zat besi kepada dokter spesialis anak karena IDAI menganjurkan pemberian suplemen zat besi lebih dini pada anak dengan riwayat kelahiran prematur.

Sepertinya baru ini sedikit tips yang bisa saya berikan kepada teman-teman. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman yang saat ini sedang merawat para pejuang kecil kita. Semoga sehat selalu :).

Please follow and like us:

15 Comments

  • Sri Nurilla

    Rafa, semoga sehat walafiat selalu ya, tumbuh dan berkembang dengan baik, dan cerdas.

    Wah infonya sangat bermanfaat, Rahma. Meskipun saya sedang tidak hamil (juga sudah tidak ingin nambah, ehehe), namun di luar sana, pasti banyak yang membutuhkan tips-tips yang dibagikan oleh Rahma.

    ASI memang khasiatnya sebagus itu, alhamdulillah. Dan alhamdulillah ASI Rahma pun lancar.

    (Sebagai tambahan, untuk ibu-ibu yang ASInya tidak lancar, tetap semangat, Insha Allah semua pasti ada caranya 🙂 )

  • Risna

    Jadi ibu baru itu berat, jadi ibu bayi prematur pasti lebih berat ya. Baru tau tentang grafik Fenton dan screening ROP. Untuk pemeriksaan mata dan pendengaran sih dulu untuk bayi lahir normal juga dilakukan, termasuk juga konsultasi untuk pemberian suplemen zat besi.

    Semoga Rafa tetap sehat dan tumbuh kembangnya semua baik ya mah!

    • rahma maryama

      Aamiiin ya Allah. Terimakasih Teh Risna. betul sekali, untuk pemantauan berat badan, bayi prematur menggunakan grafik Fenton sampai dengan usia gestasinya 50, baru dilanjutkan dengan grafik pertumbuhan yang biasa dipakai anak normal

  • Puti

    Wah gak kebayang sama saya teh, gimana perjuangan teteh sekeluarga merawat bayi prematur… luar biasa ya… Semoga Rafa tumbuh sehat dan ceria sekarang ya teh.

    Btw bicara soal ASI ibu yang melahirkan prematur, di usia kandungan berapa ya, ASI mulai bisa keluar?

    Dulu teteh kesulitan gak ya, mengeluarkan ASI? Soalnya saya yang melahirkan normal aja, di 3 minggu pertama pascalahiran, kesulitan menyusui lo teh 🙈.. Jadi si kecil kita beri susu formula selama itu…

  • Nurul Sufitri

    Wah, bayi yang lahir prematur ternyata butuh penanganan dan perawatan khusus ya mbak, supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga ASI nya lancar ya mbak, pelan2 dan dilatih. Duh dedek bayi kesayangan mamah, mamahnya yang sabar ya 🙂 Jadi pertumbuhannya dapat dipantau dengan grafik penton ya.

  • Rahman Kamal

    Tulisan yang sangat bermanfaat dan insightfull banget. Terimakasih untuk tulisannya Kak.

    Tulisan yang cukup inspiratif, semoga keluarga-keluarga lain yang punya Bayi Prematur dapat memperoleh semangat dari tulisan ini.

    Thanks for sharing this awesome article

  • Firdaus Deni Febriansyah

    Wah, terima kasih banyak ya kak. Sangat berguna bagi aku yang kebetulan masih belum punya anak. Jadi kedepannya udah tau ilmu mengurus bayi

    • rahma maryama

      Betul sekali Mba, alhamdulillah anakku sekarang sudah 6 tahun dan alhamdulillah sehat. Yuk disebar ke teman-teman yang sedang mempersiapkan kelahiran ya Mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Follow by Email
Twitter
YouTube
Pinterest
Instagram